Qalbun Salim

Assalamualaikum, wr .. wb ...
Pada postingan kali ini, saya ingin berbagi sedikit ilmu dari kajian yang kami peroleh sore tadi. Sebelum membahas inti tulisan, saya mau sedikit curhat ah. Jadi ceritanya, saya hampir dua tahun tinggal di Pogung tapi baru tahu kalau ada tempat kajian di daerah Pogung *parah*. Sedikit promosi, bagi teman-teman yang pengen menambah ilmu, boleh lho datang ke kajian umum di sini, terbuka untuk laki-laki dan perempuan. Kajiannya diadakan setiap hari Kamis dan Sabtu jam 4 sore di Pogung Baru, tepatnya di Pondok Pesantren Darul Shalihat. Monggo ... monggo ... ^^
Oh ya, kajian sore tadi bertema "Meraih Sukses Ukhrawi". Kajian ini diisi oleh seorang Ustadz. Karena saya dan kawan-kawan datangnya terlambat, kami tidak sempat mengetahui nama Ustadz tersebut dan materi yang beliau sampaikan di awal. Semoga Allah merahmati beliau :)
Oke, tak usah menunggu lama. Berikut adalah resume kajian sore tadi. Semoga bermanfaat :)


Salah satu cara untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat adalah memiliki hati yang bersih (Qalbun Salim). Hal itu telah dijelaskan oleh Allah dalam ayat suci Al-Qur'an.
“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Q.S Asy-Syu'ara: 87-89)
Untuk meraih sukses ukhrawi, ada tiga tangga yang harus kita lewati, yakni:
1. Selamat dari segala pengaruh buruk yang ada di sekitar.
2. Terhias diri dengan segala sifat mulia
3. Selalu ingat Allah SWT
Jika ketiga tangga tersebut telah kita lewati, maka kita akan mencapai tangga puncak, yakni "Sukses Ukhrawi". Jika kita telah selamat dari pengaruh buruk lingkungan sekitar, maka kita akan memiliki hati yang bersih. Jika kita berhasil menanamkan sifat yang mulia, maka kita akan memiliki hati yang sehat. Dan jika kita selalu mengingat Allah, maka kita akan memiliki hati yang bercahaya.
Anatomi Qalbun Salim:
Bersih ---> Sehat ---> Cahaya
1. Hati yang bersih: hati yang membuat kita menjalani hidup dengan kesadaran penuh (yaqdhah).
Di dalam kajian tadi, Ustadz memberikan sebuah contoh. Seperti yang kita tahu, di dalam agama islam terdapat berbagai organisasi/ manhaj yang memiiki pendirian masing-masing. Kita tentunya tidak dapat memaksakan kehendak kepada orang lain untuk mengikuti manhaj yang kita yakini. Cara untuk menyikapi perbedaan tersebut adalah dengan memupuk rasa saling menghargai dan saling menghormati. Jika ada seseorang yang enggan menyapa sesama kaum muslimin hanya gara-gara perbedaan manhaj, maka orang tersebut tidak memiliki 'kesadaran'. Dia menyadari, tapi memilih untuk tidak sadar dalam kesadarannya. (semoga tidak membingungkan ya :) )
Orang yang berhati bersih akan selalu melihat dan mendengar pesan-pesan kebaikan di balik setiap kejadian :)
2. Hati yang sehat: hati yang membuat kita memiliki kekuatan untuk mewujudkan yaqdhah menjadi amal terbaik.
3. Hati yang bercahaya: hati yang membuat kita menjadi lebih baik dan mengantarkan kita menuju jalan yang terindah, yakni kemuliaan akhirat.
Hati manusia menjadi kotor karena tiga hal:
1. Syubhat: bertindak tanpa dasar ilmu. Tindakan tersebut akan membuat hati menjadi kotor. Contoh: melakukan 'shalat hadiah' yang sama sekali tidak ada tuntunannya dalam sunnah Rasul.
2. Syahwat: bertindak hanya untuk kesenangan dunia semata. Contoh: terlalu asyik menonton bola hingga melalaikan shalat dan tidak menghiraukan adzan yang berkumandang.
3. Sahwat: Bertindak dalam lupa dan lalai. Pada bagian ini, Ustadz mengatakan, "Barang siapa yang melupakan kebaikan, maka dia akan dilupakan oleh kebaikan".
Demikian hasil kajian sore tadi. Jika ada kesalahan mohon kritik dan sarannya, ya. Semoga membawa manfaat bagi kita semua. Amiiiin. Semangat fastabiqul khairat! :)
 
 
Indiana (sekbid keilmuan IMM Ibnu Khaldun UGM)
 
 
Pogung Baru, Pesantren Darul Shalihat.
Pukul 16.00-17.30 WIB
 
*tulisan ini juga diposting di web IMM UGM*

This entry was posted on Sabtu, 23 Maret 2013. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

2 Responses to “Qalbun Salim”

  1. blognya bagus yaaa....saya sangat senang bisa berkunjung.....jika sempat kunjungi blog saya juga....http://coeretantitin.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. Terima kasih, Mbak ...
    Semoga bermanfaat ^^

    BalasHapus