Mozaik

No Comments »

Sebongkah masa lalu itu..
Tiba-tiba saja hadir..
Memutar kembali semua memori yang terekam..
Memaksaku tuk menyusuri lorong waktu..

Masih bisa kurasakan..
Jejak-jejakmu yang tertinggal...
Di sini..
Di dalam palung hatiku..

Ah, sudahlah..
Duniaku dan duniamu memang tak sama..
Biarlah kisah itu menjadi mozaik..
Selamanya..


 6 Desember 2011 pukul 22:06

Jejak-Jejak Itu…

Baca selengkapnya » | No Comments »






Mengapa mereka mendatangiku lagi?

Siapa yang kau maksud?

Mereka….

Mereka siapa?

Ya…mereka….

Bukankah kau sudah menghilang dari kehidupan mereka?

Mereka yang mendatangiku lagi, bukan aku!!

Ya, aku tahu…

Apa yang harus kulakukan?

Pulang

No Comments »

Dewi Lestari - Pulang

Tuhanku
Ku ingin bercerita
Ku tunduk bersujud
Ku mulai berdoa

Lelahnya jiwaku
Beratnya langkahku

Tuhanku
Ku rindu tawaku yang dulu
Kejujuran kebenaran yang dulu ku tahu
Ke mana semua
Sejauh itukah
Ku sesal sudah

Peluklah semua tanyaku
Jawablah dengan cara Mu

Tuhanku
Ku ingin berkelana
Kembali mencari jalan ke rumah
Bukan di sini tempat ku
Bukan mereka yang ku cinta

Hari ini
Ku mengenali
Arti keberanian
Yang menerbangkanku
Di atas semua derita
Dan apa kabarnya

Usai semua sandiwara
Cukup ku berpura pura
Sejujurnya
Hanya dia yang ku cinta
Ke hatinya aku ingin pulang


# rindu Ibu...

Mengasuh Anak

Baca selengkapnya » | No Comments »

Beberapa saat yang lalu, saya terlibat diskusi yang cukup menarik bersama Mbak Jazimah Al-Muhyi, penulis terkenal itu lho.... *walaupun saya belum pernah baca buku beliau, hehehe*. Awalnya saya tertarik membaca status beliau, lalu belagak sok kenal en ikut-ikutan komen. Dari sekian banyak Ibu-ibu yang komen atau curhat masalah anak, saya satu-satunya yang masih lajang lho.... *apa sih!*. Intinya, Mbak Jazimah enggan menyekolahkan keempat anaknya sampai usia 7 tahun. Waaaacksss? 7 Tahun? :O Saya terheran-heran dan tergelitik untuk bertanya.
"Bukannya tak sayang pada anak, tapi ini dikarenakan sistem pendidikan zaman sekarang yang cukup membuat hati miris." Kata Beliau.
Lha, memangnya ada apa sih dengan pendidikan di negeri ini? *pura-pura ga tau*

DIET? PENTING GAK SIH?

Baca selengkapnya » | 2 Comments »



           Haiiish, sebenernya aku paling males bahas ginian, tapi lama-lama rada gerah juga ngedenger kritikan orang-orang yang ngeliat sedikit perubahan pada diriku. #apa sih ini!
            Intinya, berat badanku mbludak. So?
     Anggun, sahabatku, terang-terangan bilang kalo aku pantas menyandang gelar omnivora alias pemakan segala. Kejamnya lagi, dia juga bilang kalo aku adalah…. GAJAH DUDUK!! #Kejam
            Yeah, akhir-akhir ini nafsu makanku emang lagi horor. Mungkin ini adalah efek dari hari-hari kemarin saat aku sering sakit *balas dendam ceritanya*. Makan ga teratur dan ujung-ujungnya mangkal di GMC. Bu Dokter yang udah kenal sama aku (karena keseringan mangkal) itu menyarankan agar aku makan teratur dan berhenti puasa untuk sementara mengingat kondisiku yang masih suka ngedrop. Oke lah, karena aku ga mau sakit lagi, aku turutin aja saran Bu Dokter.

The Proposal…

Baca selengkapnya » | No Comments »



            Rea memandangi laptopnya dengan stress. Tangannya mengetik huruf demi huruf dengan cepat. Hanya ada satu kata yang memenuhi kepalanya saat ini: Deadline. Keningnya tampak berkerut-kerut. Belum lagi lingkaran hitam yang menggantung di bawah kelopak matanya. Sudah tiga hari ini dia tak bisa tidur dengan tenang. Banyak tugas yang harus segera diselesaikannya. Proposal, surat undangan, surat izin dan tetek bengeknya, tugas kampus, dan entah apa lagi. Rasanya sekarang dia kesulitan bernafas.
            Drrrt….Drrrt…Drrrt…
            Hapenya bergetar pelan. Ada beberapa sms masuk. Rea membacanya dengan cepat. Satu sms dari ketua panitia, menanyakan apakah surat yang dia bikin sudah selesai. Satu sms dari teman organisasi, menagih proposal yang harus segera diselesaikan. Rentetan sms dari peserta lomba, meminta konfirmasi naskah dan macam-macam pertanyaan lainnya.
             “Aaaarrggghhhh!!” Rea memegangi kepalanya. Pusing. Bingung menatap laptop, kertas-kertas yang berceceran, hape yang tak mau berhenti berbunyi, semuanya!
            “Please…sedetik lagi, aku bisa pingsaaaaannnn!!” Rea berteriak-teriak seorang diri di kamarnya. Semua penghuni kosan sedang pergi. Jadilah dia stress seorang diri. Ya, akhir-akhir ini dia memang agak sibuk dengan persiapan acara kampus dan acara organisasinya.

Terserah kau lah!

Baca selengkapnya » | No Comments »


Hei, kau....kau....dan kau...
Seandainya membunuh itu tak dilarang
Sudah pasti ku bacok kau sampai mati
Seandainya membunuh itu tak dilarang
Sudah pasti ku celurit kau sampai mati
Melihat kau tergeletak mengenaskan di parit
Bersimbah darah
Dan aku akan tertawa, ha....ha...ha....

Jangan Menyerah!

Baca selengkapnya » | 2 Comments »



            Sebenarnya, aku sudah terlalu lelah malam ini. Tubuhku sudah merengek-rengek minta istirahat, tapi ternyata mata dan tanganku enggan. Keinginanku untuk menulis lebih kuat dibanding rasa kantuk. Ya, aku ingin sedikit berkisah tentang Lomba Apresiasi Sastra yang diselenggarakan oleh jurusanku, Sastra Indonesia. Kami mengadakan lomba tingkat nasional dan tingkat DIY.
            Kemarin Hamdan ngasih pengumuman yang lumayan membuatku miris. Hanya sedikit sponsor yang mau menerima proposal AS. Peserta tak begitu banyak. Dan yang paling bikin kepalaku ngilu adalah: kami kekurangan dana sangat banyak. Ya Allah, aku hanya bisa mendesah saat itu. Acara akan dilaksanakan 3 minggu lagi!

Ternyata, Ini Hanya Mimpi!!

Baca selengkapnya » | 2 Comments »



            “Pada mo makan apa nih? Udah, silahkan pesan!” kata Mas Iin pas kami udah nyampe di tempat makan.
            “Aku 4T aja deh…” kata Mbak Aul.
            “Aku juga…” sahut Mbak Hening dan Mbak Yuar.
            “Aku juga, Mbak!” kataku. Beberapa saat kemudian, “Emang 4T apaan, Mbak?”
         Dan mereka hanya memandangku dengan raut muka kepo. Haha, ya maap. Emang kaga tau sih. Kamu tahu 4T itu apaan? Cari tahu sendiri aja yaaaa…
            “Aku pesen Nila bakar..”
            “Aku pesen ayam goreng…”
            “Bla…Bla…Bla…”
           Semua pada sibuk dengan pesanan masing-masing. Yeah, sore ini kami ditraktir makan, hahaha. Asik asik asik…
            “Ini makanannya, Mbak!” seorang pelayan datang sambil membawa nampan.
            Aku menyambutnya dengan antusias. Lapeeerrrrr…! Aku langsung mencuci tanganku, berdoa, lalu mencicipi 4T yang tampak menggairahkan itu. Tapi, tiba-tiba…
            *JLAP!!!*
          Aku memandangi sekitarku dengan jidat berkerut. Ada dinding kamar, tembok dengan segala macam tempelannya, lemari, meja belajar, buku-buku yang berserakan, bla..bla..bla. Lho, kok?
            Aku meradang. MAKANANKU MANAAAAAA????!!
            MANAAAAA??!
            MANAAAAA??!
         Sesaat aku terkesiap dan baru sadar kalau kejadian barusan adalah… MIMPI!! Aku ngamuk-ngamuk gak jelas. Langsung bangun dan tercenung sendiri. Hewh, kejadian kemarin sore tiba-tiba aja nongol dalem mimpi. 

Kongkow-kongkow….

Baca selengkapnya » | 3 Comments »



            Kalo kemaren nyatronin komsat dalam rangka rapat pembentukan kepengurusan, sekarang dalam rangka syukuran ato bahasa kerennya makan-makan, hehehe. Tepat di HARDIKNAS, ternyata ketum komsat yang baru lagi ultah lho… #eaaaa
            Ntar sore jam 4 ke komsat yuk…ada syukuran…
            Pagi-pagi Mbak Hening udah kirim sms. Yuhuuuu, budal wes mbak! Emang mahasiswa paling seneng kalo gratisan *ups
            “Mo makan di mana nih?” tanya Mas Iin.
            “Terserah deh….” jawab semuanya. Hahaha, dimanapun tempatnya, kami mah iya iyo wae.
            “Tunggu yang laennya dulu ya…”

            *Krik..krik…krik…*

            Tunggu dan ditunggu, batang idung anak-anak kagak nongol-nongol juga. Hanya ada beberapa biji manusia di komsat. Ternyata banyak yang ga bisa dateng karena bentrokan ama acara laen. Ya sudahlah, kami pun jalan kaki ke salah satu tempat makan deket komsat. Acara selanjutnya adalah…yah, silahkan ditebak sendiri! :)
            Yang jelas, kongkow ini menambah rasa kekeluargaan antar anggota IMM #Aseeeek
Oke deh Pak Ketum, kami hanya bisa berterima kasih atas syukurannya sore ini. Semoga menjadi pemimpin yang amanah dan bisa mengharumkan komisariat di lingkup UGM dan dunia! Amin…. :)